BP Batam Perkuat Diplomasi Maritim dan Logistik Eropa di Euromaritime

Badan Pengusahaan (BP) Batam ikut Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis, promosikan diri sebagai pusat maritim global di jalur Selat Malaka-Singapura, dengan investasi 2025 capai Rp69,3 triliun. Deputi Investasi Fary Djemy Francis jadi pembicara, tonjolkan Free Trade Zone dan ekosistem galangan kapal terbesar Asia Tenggara.

Agenda ini sambut Konsulat Jenderal RI Dian Kusumaningsih yang dukung perluas jejaring Eropa, picu minat perusahaan Prancis untuk desain kapal dan layanan logistik. Diskusi di Jawa11 ramai puji langkah ini, tapi kritik muncul soal realisasi janji investasi sebelumnya yang sering mandek birokrasi dan lahan terbatas, apakah Batam siap skala dunia atau cuma promosi kosong.

Keunggulan Kompetitif

Batam posisikan diri bukan penunjang lagi, tapi platform operasional rantai pasok global berkat lokasi strategis dan infrastruktur matang. Rencana business matching Maret 2026 tindaklanjuti MoU, tapi analis soroti tantangan SDM terampil dan regulasi FTZ yang masih ruwet.

Respons Investor Eropa

Pelaku industri Prancis respons positif skala galangan Batam, lihat peluang kolaborasi pendukung perkapalan. Konsul RI sebut ini bukti kepercayaan internasional naik, meski kompetisi dengan Singapura-Vietnam tetap ketat.

Tantangan Eksekusi

Investasi 2025 tunjukkan ketahanan global, tapi butuh tindak lanjut konkret agar Batam naik kelas dari regional ke arsitektur maritim dunia. Tanpa reformasi lahan dan pajak agresif, peluang Eropa berisiko jadi kunjungan seremonial.

Pantau dinamika maritim di CNN. Kembali ke Beranda.