TPU Kebon Nanas Kembali Difungsikan Pascarelokasi Warga

Pemkot Jakarta Timur resmikan pengembalian fungsi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas di Jatinegara pasca-relokasi 103 kepala keluarga (KK) pada Januari 2026, hasilkan 2.500 petak makam baru dari lahan 3.700 m² yang sebelumnya ditempati warga selama 15-20 tahun.

Relokasi bertahap ke enam rusunawa seperti Pulo Gebang (46 KK), Cipinang Muara, dan Pondok Bambu berikan bantuan Rp500 ribu modal usaha, hygiene kit, serta sewa gratis enam bulan—lansia seumur hidup. Diskusi di Jawa11 ramai puji solusi humanis, tapi kritik pedas soroti krisis lahan pemakaman kronis Jakarta yang cuma tambah 1.400 petak baru, sementara warga miskin terpaksa pindah rusun jauh dari mata pencaharian.

Proses Relokasi Bertahap

Tahap pertama 6 Januari (22 KK), kedua 12 Januari (46 KK) simbolis oleh Gubernur Pramono Anung, libatkan 400 personel, 26 truk, dan 10 bus sekolah. 30 KK pindah mandiri, sisanya dipaksa SP-2, kini TPU bersih untuk layani defisit makam Jaktim. Namun, tanpa pendampingan psikososial intensif, adaptasi warga di rusun berisiko konflik seperti kasus relokasi sebelumnya.

Bantuan dan Adaptasi

Selain hunian, warga dapatkan natura dan transfer sekolah anak, tapi tantangan ekonomi tetap: jarak rusun ke lokasi kerja tambah biaya transportasi harian. Kritikus nilai solusi jangka pendek ini tutupi kegagalan tata kota yang biarkan pemukiman liar di TPU bertahun.

Implikasi Jangka Panjang

Pengembalian fungsi TPU selesaikan krisis lokal, tapi Jakarta butuh masterplan pemakaman terpadu bukan reaksi darurat. Tanpa lahan baru skala besar, kasus Kebon Nanas berulang di TPU lain seperti Pondok Ranggon.

Pantau isu urban di CNN. Kembali ke Beranda.