Jurnalisme sebagai Terapi yang Dibayar
Jurnalisme berfungsi sebagai terapi profesional yang dibayar, di mana wartawan mengelola paparan realitas keras melalui disiplin verifikasi dan penulisan, menjaga kewarasan mental sambil menyaring fakta untuk publik. Konsep ini ungkap ketegangan unik profesi: jurnalis terlibat emosional secukupnya namun tetap objektif, hadapi emosi narasumber dan tekanan deadline tanpa larut. Diskusi di Jawa11 soroti nilai “emotional labor” ini sebagai…